(PART 2) MAGANG IDUKA UNDIKSHA 2024 : DINAS LINGKUNGAN HIDUP BULELENG 2024

        

        Tidak terasa 2 bulan sudah berlalu  mengikuti kegiatan magang di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Buleleng.  Sejauh ini belum ada kendala yang sangat berarti yang saya alami. Semua kegiatan bisa dilakukan secara optimal dan tentunya dengan senang hati. Hal ini dapat terjadi karena adanya komunikasi yang baik antara rekan magang, dengan mentor, dan staf pegawai di DLH (Dinas Lingkungan Hidup).  Bukti kuat yang menunjukkan saya bahagia dan senang mengikuti magang ini adalah...... BERAT BADAN SAYA NAIK 4 KILO TEMAN-TEMAN. Saya adalah gadis pejuang berat badan ideal. IMT saya ada di ambang batas antara ideal dan gemuk (skala 22,9 dan 23). Sebelum mengikuti magang ini, berat badan saya tergolong ideal (skala 18,5-22,9). Tapi setelah dua bulan jalan kok malah berubah ke gemuk yaaa..... Saya sedikit sedih (karena nimbang badan setelah dua bulan) tapi merasa lucu juga. Karena tidak sadar, kegiatan yang saya lakukan ternyata mengarah dengan kenaikan berat badan. 

        Oh iya teman-teman, mungkin tulisan ini adalah tulisan akhir dari Kegiatan Magang IDUKA di DLH Buleleng. Ada beberapa pemikiran yang sempat singgah di kepala saya selama mengikuti kegiatan magang. Pemikiran ini akan saya rangkum bersamaan dengan kegiatan 2 bulan terakhir saya di DLH. Untuk itu, simak secara baik-baik ya teman-teman. 

        Ok, kita lanjut saja dengan kegiatan magang part 2. Memasuki awal bulan November 2024, kegiatan magang masih berlanjut dengan administrasi dan beberapa laporan tentang IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) baik itu IKA (Indeks Kualitas Air) dan IKU (Indeks Kualitas Udara). Begitu juga bidang PPKLH menggalakkan aksi BUKALSIH yang sudah saya jelaskan di part sebelumnya. Kali ini, BUKALSIH menyasar di tempat-tempat yang dekat dengan kantor, contohnya di Depan Kantor DLH Buleleng yang beralamat di Jalan Srimadya. Nah disini kami melakukan pembersihan dan pemungutan sampah dari dasar kali hingga di ke jalan raya. 

Gambar 1. BUKALSIH di November awal

Dan selama 4 bulan ini setidaknya saya mendapatkan gambaran bagaimana jika saya bekerja sebagai seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) ataun ASN (Aparatur Sipil Negara) di bidang  birokrasi pemerintahan. 

Jika saya menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil) di Bidang PPKLH, Dinas Lingkungan Hidup Buleleng.  Secara umum saya bisa mengikuti kegiatannya dengan cukup baik. Hal ini dapat saya kaji dari dasar ilmu atau intellegensi, , karakter, kemampuan sosial, manajemen waktu, kemauan untuk belajar , dan problem solving. Sebelumnya, saya tidak bermaksud untuk "melambungkan dada" sendiri, namun ini dilihat dari sudut pandang dan kemampuan saya untuk menilai diri sendiri. Baiklah, kita lanjutkan topik kita. Secara intelegensi,  dasar ilmu yang saya miliki setidaknya sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang ini, misalnya melakukan pemantauan, pengendalian, pemberian informasi, dan koordinasi untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup.  Kemudian jika saya lihat dari karakter saya, dilihat secara psikologi dengan teori four temprament  yang dikenalkan oleh Hippocrates, saya tergolong karakter Sanguinis. Tipe orang dengan karakter Sanguinis adalah sikap orang yang mau bersosialisasi, berpetualang, mencari kesenangan, dan juga tantangan. Selain itu tipe ini juga dikenal dengan mudah bergaul, aktif, optimis, impulsif, humoris, ekspresif dan kompetitif. Sehingga karakter ini jika saya pakai di bidang kegiatan ini setidaknya sangat cocok, mengingat tugas dan fungsi yang sudah saya sampaikan tadi. Karakter ini berpengaruh besar terhadap kemampuan sosial yang saya miliki, jika dilihat dari  kesempatan yang saya rasakan untuk berinteraksi sosial dengan bertemu dengan orang-orang baru (masyarakat) di kegiatan ini memiliki potensi sebesar 30%, menjalin koordinasi kembali dengan orang-orang lama (masyarakat yang sebelumnya sudah pernah diajak bekerjasama) sebesar 20%, dan selebihnya adalah interaksi dengan rekan kantor atau staf sesama bidang. Manajemen waktu yang saya gunakan di tempat magang cukup optimal,  saya masuk kantor dari  07.30 Pagi hingga pukul 16.00 atau kurang lebih selama 8 jam 30 menit. Selama di kantor,  jika tidak terdapat tugas yang diberikan, biasanya saya mengerjakan tugas diluar magang, seperti menyusun proposal skripsi, melakukan tugas penetilian payungan bersama Dosen Prof. Ibu Citrawathi. Ini dibuktikan dengan saya bisa mengikuti kegiatan magang sekaligus menyelesaikan tugas yang saya dapatkan dalam mengikuti kegiatan penelitian beliau. Kemauan untuk belajar,  saya tunjukkan dengan tugas yang saya dapatkan yakni saya bisa mengerjakan laporan perjalanan Ibu Kepala Bidang PPKLH, membuat nota dinas, membuat surat dengan catatan saya mendengarkan arahan dan  melakukan revisi terhadap perbaikan yang saya dapatkan di kantor.  

Gambar 2. Pembuatan dokumen administrasi selama magang.

    Mengenai Problem solving, biasanya saya diajak berdiskusi oleh pegawai staf mengenai permasalahan atau kendala yang sedang dialami. Misalnya, dalam pembuatan laporan IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) khususnya IKA (Indeks Kualitas Air). Saya sering dilibatkan mengenai penyebab adanya nilai indeks yang berubah dari sebelumnya dilihat dari hasil pemantauan di lapangan dengan membandingkan hasil uji laboratorium. 

Gambar 2. Problem solving bersama Ibu Made Witari dan penulis terkait laporan IKLH.
        
        Nah begitulah angan-angan yang bisa saya utarakan jika saya direkrut menjadi staf pegawai DLH di Bidang PPKLH. Maaf ya, jika semisal terlalu ketinggian perandain-andaiannya...hehehhehe. Ayo kita lanjutkan cerita mengenai kegiatan dan pengalaman apa yang saya dapatkan ketika magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. 
        Oh iya, saya juga diajarkan membuat eco-enzim oleh staf pegawai di DLH. Eco enzim ini nantinya akan diserahkan ke bidang PSLB3 (Pengelolaan Sampah, Limbah, dan  Berbahaya Beracun Berbahaya) di setiap bulannya. Setiap bidang dan bagian yang ada di DLH wajib mengumpulkannya sebanyak 13 liter perbulannya. Nantinya eco-enzim ini akan dituangkan di kegiatan-kegiatan terntentu untuk menunjang program IKLH. 



Apa Saja yang saya bisa pelajari dengan mengikuti Magang IDUKA 2024? 
Banyak hal yang saya pelajari selama magang di DLH. Terutama tentang bagaimana jika saya menjadi seorang pekerja kantoran. Kemudian saya belajar menghargai perbedaan yang ada, mendengarkan cerita-cerita dari rekan kerja yang mungkin tidak linier dengan jurusan mereka menuntut ilmu bahkan dari latarbelakang yang sangat berbeda. Selain itu juga saya belajar berkomitmen terhadap waktu, terutama waktu jam pulang dan waktu untuk beristirahat, yang mana ada dan tiada kerjaan kita diminta untuk bisa disiplin terhadap waktu yang telah diberikan. Dan saya sadar, untuk suatu dinas berdiri tidak bisa hanya mengandalkan salah satu bidang, melainkan banyak bidang keahlian. Saya juga dituntut untuk berani mempertanggungjawabkan  pekerjaan saya ke khalayak umum, berlatih lebih untuk menggunakan IT terutama word dan excel guna pengelolaan administrasi. Karena sekarang ini tulis tangan secara manual lebih sedikit digunakan dibandingkan dengan teknologi. 


     

Komentar

Postingan Populer