(PART 1) MAGANG IDUKA UNDIKSHA 2024 : DINAS LINGKUNGAN HIDUP BULELENG

Halo Semua!! 

Perkenalkan, Saya dengan Ida Ayu Ketut Umi Kartika Dewi M, yang biasanya dipanggil Dayumi, Umi atau Dayu, Mahasiswa semester 7 program studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha.  

Heem.., tidak terasa waktu itu berjalan sangat cepat,  semenjak saya mendapatkan identitas sebagai seorang mahasiswa di tahun 2021, kini tiba-tiba saya sudah memasuki semester tua saja. Begitupun dengan  bidang keilmuan yang saya dapatkan di bangku kuliah, terus mengalami perkembangan selama 3 tahun terakhir ini. Jelas saja, dalam Pendidikan Biologi ini saya dibelajarkan  dari unit terkecil dalam  kehidupan hingga turun ke lingkungan serta tidak lupa ilmu pedagogi yang akan memberikan saya citra tamatan " calon seorang pendidik"  ketika saya  usai  menempuh  masa studi saya di Universitas Pendidikan Ganesha.   Banyak kegiatan yang saya dapatkan selama 3 tahun terakhir ini sebagai seorang mahasiswa di Pendidikan Biologi, termasuk kesempatan magang di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng yang sedang saya jalani sekarang.  Ada beberapa pertanyaan yang sering hinggap di telinga saya,  mengenai kegiatan magang di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ini. Tak jarang pertanyaan ini membuat saya berpikir juga "kenapa ya,  saya bisa mengambil kesempatan magang disini? ".  Mau tau apa saja pertanyaanya? yuk bisa di cek di bawah ini!!


Gambar 1. Potret Mahasiswa Semester Akhir

"Kenapa mahasiswa pendidikan dapat mengambil magang di bagian birokrasi pemerintahan?"

Hal ini berawal dari framework kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang bertujuan dari program magang ini adalah untuk memberikan pengalaman yang cukup kepada  mahasiswa, pembelajaran langsung di industri (experiental learning) dengan durasi 1-2 semester.  Mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dan sebagainya),  maupun softskills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dan sebagainya).  Keuntungan bagi pihak industri akan mendapatkan talenta yang apabila cocok nantinya  bisa langsung direkrut, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal/induksi.  Pada dasarnya, kurikulum MBKM menuntut lulusan perguruan tinggi yang siap kerja baik pada program pendidikan sarjana maupun non-kependidikan. Idealnya, semakin banyak mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik langsung di lapangan yang sesuai dengan bidangnya maka mahasiswa tersebut akan dianggap semakin kompeten. Sebagai tambahan,  dunia kerja global, khususnya pada era Revolusi Industri 4.0 yang muncul bersama Society 5.0, mensyaratkan setiap institusi pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Kualitas lulusan yang berdaya saing tinggi sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan latihan yang diterapkan di bangku perkuliahan. Salah satu faktor pendukung kesiapan lulusan dalam bersaing di dunia kerja adalah wawasan dan keterampilan yang mereka miliki, yang merupakan hasil dari pengalaman terjun langsung berinteraksi dan berlatih di dunia instansi atau industri. 

Nah kalau saya jelaskan secara oral, jelas jawaban ini sangat  panjang dan mereka tidak akan terlalu paham dengan bacaan diatas, sehingga biasanya saya jawab dengan singkat " karena kurikulum yang digunakan di Prodi masih mewajibkan mahasiswa untuk magang".  

"Kenapa bisa  Dinas Lingkungan Hidup Buleleng sebagai tempat pilihan magangnya?" 

Sebelum semester 7 dimulai, 10  Mahasiswa Pendidikan Biologi di prodi saya yang mendapat kesempatan untuk magang, diberikan  kebebasan untuk memilih tempat yang ditawarkan diantaranya  : PMI Kabupaten Buleleng, DLH Kabupaten Buleleng, dan BPOM Provinsi Bali. Ketiga instansi ini telah memiliki MoU (Memorandum of Understanding) atau perjanjian pendahuluan atau nota kesepahaman yang dibuat oleh kedua pihak untuk memulai perjanjian kerja sama atau kontrak yang lebih mengikat antara Pemerintah Kabupaten Buleleng yang pada saat itu dijabat oleh Putu Agus Suradnyana sebagai Bupati Buleleng dan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha yang menjabat saat itu adalah  Prof, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. untuk instansi yang ada di Kabupaten Buleleng.

    
                                          Gambar 2. Surat MoU (Memorandum of Understanding)

    Tiga instansi ini, yakni PMI Buleleng, DLH Buleleng, dan BPOM dirasa masih memiliki linearitas dengan bidang keilmuan yang kami dapatkan, yakni Biologi.  Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup akan memiliki konsentrasi terhadap pengelolaan Lingkungan Hidup yang mana dalam Biologi akan cenderung mengarah pada Ekologi (ilmu tentang lingkungan). Kemudian, PMI (Palang Merah Indonesia) yang bersesuaian dengan imu anatomi dan fisiologi manusia, khususnya materi sistem sirkulasi atau peredarah darah manusia dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang  linear dengan materi Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 

Nah, kembali lagi. Saat saya ditawarkan pilihan itu, saya memilih Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng sebagai tempat magang saya, sebab lokasinya yang lebih dekat dari tempat tinggal saya. 

"Apa kesan pertamanya  ketika diterima magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng?"

Pertanyaan ini pertama kali datang dari kedua orang tua saya selepas hari pertama saya datang dari magang di  kantor DLH Buleleng. Perlu diketahui, hari pertama saya magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng adalah Senin, 26 Januari 2024.  Pada hari ini, muncul berapa persepsi saya mengenai tempat magang ini, yang mana persepsi ini terbangun karena adanya informasi-informasi dan pengalaman yang saya dapatkan dari kakak kelas, rekan, relasi, dan sebagainya. Informasi yang diterima sangat positif, sehingga saya menuntut diri saya untuk dapat memberikan dedikasi yang terbaik yang bisa saya lakukan. Untuk itu, saya memiliki kesan pertama ketika saya diterima magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. 

Kesan pertama saya ketika magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng sedikit ragu dan sedikit senang juga. Wah kok bisa dua seperti itu? Iyaa..., keraguan saya muncul ketika saya melihat sedikit gambaran bahwa saya akan terjun ke dunia birokrasi, seperti pembuatan laporan, penyiapan surat perjalanan, dan administrasi lainnya yang mana saya tidak mendapatkannya di bangku kuliah ditambah pengalaman organisasi saya di kampus tidak terlalu optimal. Sehingga saya sedikit ragu untuk kedepannya, "apakah nanti saya cukup bisa diandalkan dalam pembuatan administrasi ini? atau saya akan  berdalih dengan mengatakan tidak bisa?". Keraguan ini ditambah dengan tugas pertama yang saya dapatkan,  diberikan oleh Kepala Bidang PPKLH (Pengendalian  Pencemaran dan  Kerusakan Lingkungan Hidup) yang sekaligus menjadi mentor saya di tempat magang ini, Nyoman Widiartami, S.H., M. AP. Tugas tersebut adalah mengirimkan surat  ke Bagian Hukum Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan paraf  kegiatan BUKALSIH (Buleleng Kali Bersih). Tentu saja, saya tidak segan menolaknya ditambah ini tugas pertama. 

note : untuk BUKALSIH akan saya ceritakan lebih lanjut pada tulisan berikutnya. 

Gambar 3. Tugas Pertama di DLH

Lalu hal yang membuat saya senang di hari pertama adalah  ketika saya tahu ditempatkan di bidang PPKLH (Pemantauan  Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup) yang mana salah satu stafnya adalah rekan saya atas nama Risma Ortini yang usianya 3 tahun lebih tua daripada saya.  Selain itu yang membuat saya senang adalah ketika saya diperkenalkan dengan kegiatan bidang PPKLH yang saya tempati oleh  staf di bidang tersebut atas nama Putu Abimantara yang dipanggil Pak Abi. Pak Abi menceritakan tugas dan fungsi dari PPKLH secara lengkap. Salah satu yang saya cermati adalah adanya pemantauan mengenai kerusakan lingkungan. Dalam tugas ini, bidang PPKLH bertugas berkoordinasi dan memantau potensi kerusakan lingkungan dengan cara turun langsung ke lapangan, kemudian menganalisis, mengkoordinasikan, kemudian merencanakan tindakan, pengujian dan terakhir laporan. Kegiatan ini kurang lebih seperti praktikum ekologi sewaktu saya duduk di bangku semester 5.   Turun ke lapangan adalah kegiatan yang sering kami lakukan kala itu, seperti mengamati vegetasi, kemudian mengecek kadar pencemar, dan kegiatan lain yang serupa dengan tugas dan fungsi dari bidang PPKLH ini. Oleh karena itu, saya senang karna materi kuliah yang saya dapatkan, bisa daya dedikasikan untuk bidang ini, terlebih untuk Kabupaten Buleleng.  Sebagai anak daerah, saya bersyukur karena saya dapat mendedikasikan diri untuk daerah saya sendiri. 

Kesan menyenangkan lainnya adalah ketika saya mendapati rasa kekeluargaan di bidang PPKLH yang cukup tinggi. Hari itu, saya dan rekan saya diterima dengan baik. Setidaknya perkenalan ini tidak membuat kami merasa canggung. Saya sendiri pun merasa menjadi pemain lama yang kedatangannya sudah ditunggu. Dan dari hari itu juga, saya berkomitmen untuk menjaga hubungan baik ini dengan rasa saling menghormati dan saling menghargai  antar sesama rekan dan pegawai. 

selain kesan dan pesan, pertanyaan lain yang sering melintas di telinga saya adalah : 

"Kegiatan apa saja yang kamu lakukan disana?" 

Kegiatan yang saya lakukan di DLH lebih mengarah pada bidang yang saya tempati, yakni di bidang PPKLH (Pengendalian  Pencemaran dan  Kerusakan Lingkungan Hidup).  Sehingga kegiatan yang saya ikuti selama magang ini, lebih mengarah ke tusi (tugas dan fungsi) dari bidang PPKLH itu sendiri.  Dari terjun ke lapangan hingga pembuatan laporan  telah saya lakukan bersama mentor, rekan magang, dan staf pegawai lainnya. Fokus kegiatan bidang PPKLH  didasari atas tugas dan fungsinya, seperti :

1. Pemberian informasi mengenai pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, kegiatan yang identik dengan tusi ini adalah melakukan anjangsana ke desa-desa atau pemerintahan struktural wilayah di Kabupaten Buleleng untuk melakukan pemberian informasi mengenai pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. 

2. Pembersihan unsur pencemar, aktivitas yang lebih sering dilakukan untuk melaksanakan tusi ini adalah melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan yang terindikasi mengalami pencemaran. 

3. Sosialisasi, Koordinasi, dan Kolaborasi bersama kelompok peduli lingkungan, mengarah pada kegiatan kerjasama dengan kelompok peduli lingkungan yang ada di masyarakat, kemudian melakukan sosialisasi ke tempat-tempat yang rawan akan pencemaran dan kerusakan, dan berkoordinasi dengan pemerintahan struktural setempat untuk memberikan arahan maupun mendorong kegiatan yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan hidup. 

setiap tugas dan fungsi memiliki kegiatan yang berbeda-beda namun masih memiliki tujuan yang sama yakni untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Kabupaten Buleleng. 

Selain mengikuti kegiatan bidang yang ditugaskan, saya juga mengikuti beberapa kegiatan lain di luar bidang, yang tentunya tidak kalah menarik dengan kegiatan di bidang PPKLH. 

Mau tau kelanjutannya seperti apa? Anda penasaran? 

Nah, Dalam penulisan kegiatan yang saya ikuti, saya akan membagi kegiatan yang saya ikuti menjadi dua bulan pertama dan dua bulan akhir kegiatan magang. Karena jika di ceritakan dalam satu blog, rasanya ada hal berkesan yang saya lewatkan, dan itu tidak akan menarik untuk saya sebab banyak kenangan yang tersimpan selama 4 bulan ini dan saya ingin menyimpannya dalam tulisan ini. 

 "Dua Bulan Awal"

Setelah melalui hari pertama di tanggal 26 Agustus 2024. Keesokan harinya saya kembali mengikuti magang dengan judul " hari kedua magang di DLH" yakni tanggal 27 Agustus 2024.  Di hari ini diawali dengan apel pagi yang bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran fungsional dan staf pegawai Dinas Lingkungan Hidup  dilakukan kegiatan rapat bimbingan teknis dengan agen SI PANTAU BUKALSIH yakni  orang-orang yang terpilih untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai yang ada di wilayahnya secara berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). SI PANTAU BUKALSIH ini tercipta karena adanya program BUKALSIH (Buleleng Kali Bersih) yang merupakan perpanjangan tangan dari program PROKASIH (Program Kali Bersih) yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI). Dalam bimbingan teknis kali ini, saya ditugaskan menjadi notulen rapat oleh Pak Mayun (salah satu staf di PPKLH). Kemudian beliau mengarahkan dan memberikan format notulensi, tak lupa juga melakukan revisi terhadap laporan yang sduha saya kerjakan. Setelah itu saya diajak oleh Ibu Made Witari (staf PPKLH) untuk membuat laporan bidang per bulan Agustus, mengingat  akhir bulan sudah dekat.  Di hari kedua ini, saya lebih banyak belajar tentang bagian administrasi dari sebuah instansi di pemerintahan.  Jelas terasa sangat berbeda, pada pemerintahan memiliki pakem-pakem tersendiri yang harus diikuti dan dipenuhi, sehingga kecermatan dalam melaporkan dan menuliskan harus disesuaikan, mengingat laporan ini akan dipertanggungjawabkan kepada khalayak publik. Sempat merasakan sedikit ragu untuk mengerjakan tugas ini, tetapi saya mendapatkan dukungan dari staf pegawai untuk mengerjakan tugas ini. 


                                          Gambar 4. Rapat Bimtek Agen Si Pantau Bukalsih. 

Memasuki awal bulan September 2024 kegiatan yang dilakukan yakni melakukan pemantauan kualitas air  di tiga sungai utama dan danau yang terletak di Kabupaten Buleleng untuk memenuhi IKA (Indeks Kualitas Air) Triwulan II.  Untuk mengetahui kualitas air maka dilakukan uji secara  empiris dengan mengambil sampel air, memantau keadaan kondisi perairan, dan membuat laporan mengenai hasil uji laboratorium. Pada kesempatan ini saya diajak oleh bidang PPKLH dan UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan mengambil sampel air di Sungai Buleleng, Sungai Banyumala,  Sungai Gelung Sangsit, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Ekspetasi saya tentang kegiatan ini kurang lebih seperti saat praktikum ekologi sungai bersama Pak Jafron (salah satu dosen di Biologi), seingat saya waktu itu kami diajak untuk mengamati keadaan lingkungan sungai, mengambil sampel dan menganalisanya. Lantas benar saja, ketika kegiatan dimulai,  saya diberikan arahan oleh Ibu Made Witari tentang tempat tugas yang saya dapatkan dan apa yang harus saya lakukan di lapangan. Tempat yang saya dapatkan di Sungai Banyumala yang ternyata bertemu dengan rekan magang satu prodi yakni Siwi Cipta dan Betaria Angel (kedua rekan saya ini ditempatkan di UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup). Dan tugas yang saya dapatkan tidak jauh dari ekspetasi saya tadi, sehingga arahan beliau dapat saya simak dengan baik. Hal ini membuat saya bersemangat karena saya dapat mempraktikkan lebih riil  ilmu yang saya dapat di bangku kuliah, ditambah dua rekan magang yang lain (Siwi Cipta dan Betaria Angel) sangat bisa diandalkan dalam bekerjasama. 

Lokasi pertama yang kami tuju saat itu adalah Air Terjun Aling-Aling yang berlokasi di Desa Panji. Awalnya saya tidak tahu bila lokasi ini merupakan sebuah air terjun yang dijadikan objek wisata. Tentu saja, lokasinya sangat asri, bersih, dengan sajian pemandangan yang sangat indah.  Sempat sedikit terkejut ketika saya tahu untuk mengambil sampel air, kami harus menuruni setidaknya 200 anak tangga. Mungkin saat turun tidak akan terasa apa, tetapi jika saat naik tangga? Ya pasti kami kelelahan. Namun kelelahan itu terbayarkan dengan pemandangan yang disajikan, ditambah kami dapat masuk secara gratis (karena mendapatkan tugas di bawah instansi). Ibaratnya, saya bekerja sembari jalan-jalan. 

Gambar 5. Penulis di  Air Terjun Aling-aling

Gambar 6. Pengambilan Sampel oleh Pak Eka dan Betaria 
 
    Tidak hanya di sungai, Ibu Kepala Bidang PPKLH  memberikan saya kesempatan untuk mengambil sampel ke Danau Tamblingan. Terdapat dua titik lokasi yang diambil air sampelnya, yakni pada bagian barat dan timur danau, hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air  di Danau dengan menggunakan representatif titik tersebut. 
    Kegiatan turun ke lapangan ini merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi saya, karena selain dapat mengerjakan tugas, saya dapat mengeksplor daerah Buleleng lebih jauh lagi. 
        
Gambar 7. Saya dengan Mentor Ibu Widiartami

    Kegiatan lapangan lain yang saya ikuti selama magang di PPKLH yakni pelaksanaan dari BUKALSIH (Buleleng Kali Bersih) yang merupakan perpanjangan tangan dari PROKASIH (Program Kali Bersih) yang diakomodir oleh pemerintah pusat. Salah satu implementasi dari kegiatan BUKALSIH yakni melakukan pembersihan di aliran sungai. Kegiatan ini dilakukan secara bahu-membahu oleh Dinas Lingkungan Buleleng yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, AKABRI serta masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan misalnya memungut sampah plastik yang  terdapat di bantaran sungai, mencabut tumbuhan liar yang terdapat di sungai, serta menuangkan eco-enzyme yang terdapat di sungai. 

                                        Gambar 8. Kegiatan BUKALSIH di Sungai Sambangan
     
    Di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng saya juga mengikuti kegiatan yang tidak kalah seru, yakni melakukan pembersihan di Hutan Kota yang terletak di Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Hutan Kota Singaraja merupakan wilayah yang digunakan oleh Pemerintah Buleleng untuk dijadikan sebagai tempat objek wisata masyarakat. Disini ditanam bermacam-macam sayuran yang dapat digunakan sebagai bahan pokok untuk memasak, juga ditanama pohon-pohon besar sebagai perindang di sekitarnya. Hutan kota ini juga dipelihara dan diurus oleh kelompok tani yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. Sanitasi, kebersihan, dan keadaan lingkungan juga menjadi tanggungjawab dari DLH. Saat mengikuti kegiatan ini saya sangat senang, sebab bercocok tanam adalah hobby sekaligus  kegiatan yang cukup sering saya lakukan sebelum magang. Akan tetapi, semenjak magang saya jarang dapat berkebun, sehingga ketika saya mengikuti kegiatan ini, saya merasa ada di rumah dan dapat menjalankan hobby saya, walaupun hanya sekadar mencabut rumput dan membersihkannya. 
    
                                                      Gambar 9. Pembersihan di Hutan Kota

    Jika di kuliah, setelah saya melakukan sebuah praktikum lapangan, biasanya laporan praktikum adalah akhir dari kegiatan tersebut, pun di Dinas Lingkungan Hidup.  Di awal hingga hampir akhir bulan Oktober, saya sering mendapatkan tugas untuk membantu staf dalam pembuatan laporan IKA (Indeks Kualitas Air) maupun kegiatan BUKALSIH itu sendiri.  Bentuk laporannya pun tak cukup jauh berbeda dari laporan  praktikum di kuliah. Sehingga ketika mendapatkan tugas ini saya cukup mudah dan paham apa yang harus dituliskan di dalamnya, kalau istilahnya "ini aku bangetttt..". Ketika mendapatkan tugas ini saya benar-benar merasa dapat mempraktikkan bidang keilmuan biologi di tempat magang, terlebih saya dapat berdiskusi lebih lanjut dengan staf di bidang PPKLH. Hal yang membuat saya angkat topi dengan staf di PPKLH yakni beberapa diantaranya merupakan magister dari beberapa bidang keilmuan biologi. Misalnya Ibu Made Witari, yang merupakan magister ilmu lingkungan di Universitas Udayana, dan beliau bahkan mengenal Almarhum Dosen Prof. Nyoman Wijana yang merupakan seorang ketua jurusan dan ahli ilmu lingkungan di Jurusan saya di tahun 2021. Selain itu ada Pak Mayun, seorang staf tamatan magister ilmu kehutanan Universitas Gadjah Mada, yang sekaligus teman dari Dosen saya, Bapak Oka Ariawan. Mereka pula sempat menuntut ilmu di negeri matahari terbit, Jepang dengan dispilin ilmu yang berbeda. Dan satu lagi, Bapak Ketut Diartha yang merupakan magister Biologi di Universitas Cendrawasih, Papua. Beliau juga merupakan mantan  pegawai Kementerian Lingkungan Hidup yang kini ditugaskan di daerah untuk lebih fokusnya. Terdapat beberapa staf juga yang menyandang  gelar pendidikan yang tidak kalah hebat dengan ketiga  staf yang telah saya sebutkan diatas, walau beberapa diantaranya juga hanya tamatan sekolah menengah atas dan kejuruan, saya tetap menaruh rasa hormat kepada mereka karena perlakuan baik dan kekeluargaan yang saya terima disini. Dan mereka juga mengajarkan kepada saya, "setinggi apapun ilmu pendidikan saya nantinya saya tidak boleh memandang sebelah mata setiap orang yang saya temui dan setiap orang memiliki keunikan, keistimewaan yang telah Tuhan berikan kepada setiap insan-Nya".



Gambar 10. Bimbingan dalam pembuatan Laporan bersama dengan staf PPKLH DLH

Selain  kegiatan dinas dan bidang, di Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki kegiatan yang acara hiburan untuk staf dan pegawainya. Kegiatan ini diadakan untuk membangun rasa kekeluargaan antar staf dan pegawai, selain itu juga bertujuan untuk refreshing bagi para pegawai. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan BUTIK yang merupakan akronim dari Buah Sampah Plastik. Tujuan kegiatan ini sebenarnya untuk mengurangi sampah plastik dengan konsep menukarkan tabung sampah anorganik yang sudah dikumpulkan sebelumnya melalui Bank Sampah Unit (BSU) Bima Resik yang telah dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. Sistem monetisasi sampah dilakukan dengan para staf pegawai diwajibkan untuk membawa sampah setiap minggunya, dan dikumpulkan di hari Rabu, Kamis, hingga Jumat. Ketika mendekati hari raya Galungan (salah satu hari raya keagaaman umat Hindu di Bali) pada hari senin atau dipercaya sebagai hari penyekeban galungan, akan diadakan acara BUTIK ini, dengan tujuan membagikan tabungan dari hasil sampah yang telah dikumpulkan selama ini. Selain itu juga akan diadakan acara hiburan, undian hadiah yang tidak tangung-tangung nilainya. Hiburan akan diberikan oleh staf dan pegawai DLH. Oh iyaaa,, di DLH tersendiri memiliki Grup Band looo.... namanya "Dilan Band". Grup Band ini tampil ketika acara BUTIK tiba. Dan kami mendapatkan makanan bergizi di pagi hari, berupa bubur ayam yang gurih dan enak. Kami menikmati makanan yang disediakan sembari mendengarkan suguhan acara yang disajikan di depan. Saya sangat tertegun melihat keterampilan dan bakat yang dimiliki oleh pegawai DLH, dan saya akui kantor ini keren bangett, karena memberikan wadah untuk pegawainya berekspresi dengan bakat yang mereka miliki. 
                                    
                                           Gambar 11. Acara BUTIK (Buah Sampah Plastik)

    Satu hal unik yang saya temui di DLH, yakni kaya akan hari raya atau odalannya (Secara kepercayaan agama Hindu) selain dari hari raya purnama dan tilem. Dari awal magang hingga memasuki bulan kedua magang, kami banyak mengikuti kegiatan persembahyangan.  Sebab DLH sendiri banyak memiliki aset berupa tempat yang mana menurut kepercayaan Umat Hindu di Bali setiap tempat ada pemiliknya dan kita secara sadar diwajibkan untuk memberikan persembahan yang bertujuan untuk menyelelaraskan  tempat dengan isinya. Dan setiap persembahyangan, setelahnya akan diadakan makan bersama guna menikmati sajian yang sudah dihaturkan tadi. Kegiatan ini setidaknya dapat menambah rasa kekeluargaan antar pegawai staf DLH, rasa berbagi, dan memiliki antar sesama. Ditambah biaya makan ini adalah hasil dari urunan  suka cita baik secara perbidang maupun personilnya. Sehingga ketulusan tanpa menuntut timbal balik sangat diutamakan dalam kegiatan ini. 
Gambar 12. Persembahyangan di Taman Bung karno (atas), Kantor DLH (Tengah), dan TPA Bengkala (Bawah).

Nah teman-teman, mungkin sekian yang dapat saya sampaikan mengenai gambaran dua bulan awal saya magang di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng. Ditunggu ya cerita menarik lainnya di part 2 Magang IDUKA DLH Kabupaten Buleleng, sampai jumpa dan salam sehat semuanyaaaa!!!!!

Terimakasih sudah membaca hingga kalimat ini.
Rahayu.












Komentar

Postingan Populer